Menjadi Marketing Dambaan Surga

“Pedagang yang jujur lagi amanah akan bersama dengan para nabi dan orang-orang yang jujur (di surga).”

Siapa yang tidak ingin masuk surga bersama para nabi, sebuah harapan yang sangat didambakan oleh setiap muslim. Kenikmatan surga, kenikmatan yang tak pernah terlihat oleh mata, yang tak pernah terdengar oleh telinga dan tak pernah terbetik di hati manusia. Di dalamnya ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka.

Ada satu pekerjaan yang bisa membawa kita menuju surga yang kita dambakan yaitu menjadi seorang pedagang atau marketing. Tapi perlu diingat, syaratnya adalah seorang pedagang yang jujur dan amanah. Nah, selain ingin masuk surga, lalu kenapa sih kita harus menjadi seorang marketing? Dan khususnya marketing property syariah?

Jawabannya adalah karena ini merupakan wasilah kita dalam membantu saudara-saudara muslim kita yang terjebak oleh sistem ribawi di negeri ini. Riba saat ini merajalela di Indonesia dan kita harus peduli akan kondisi ini. Nah agar kita bisa membantu mereka maka kita harus mengetahui ilmu tentang jual beli dalam islam nih agar jual beli kita menjadi jual beli yang baik. Jadi kita sebagai marketing property syariah harus faham tentang apa itu riba, perbedaan KPR Syariah dengan KPR Ribawi dan lainnya.

SEORANG PEDAGANG HARUSLAH MEMAHAMI HAKEKAT RIBA

‘Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Janganlah seseorang berdagang di pasar kami sampai dia paham betul mengenai seluk beluk riba.”

‘Ali bin Abi Tholib mengatakan, “Barangsiapa yang berdagang namun belum memahami ilmu agama, maka dia pasti akan terjerumus dalam riba, kemudian dia akan terjerumus ke dalamnya dan terus menerus terjerumus.” (Mughnil Muhtaj, 6/310)

Materi Selanjutnya,