Bagaimana Mensucikan Diri Jika Sudah Terlanjur Terjebak Transaksi Riba Dan Akad Bathil ?

“Orang-orang yang telah sampai kepadanya LARANGAN DARI TUHANNYA, lalu terus berhenti (dari bertransaksi riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan) dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (menghalalkan riba) maka orang itu adalah PENGHUNI-PENGHUNI NERAKA, mereka kekal di dalamnya.” (QS Al-Baqarah : 275)

Dalam ayat tersebut sudah jelas Allah sebutkan bahwa ketika sudah bertransaksi riba kemudian sudah tahu bahwa Riba itu haram maka Allah mewajibkan untuk segera berhenti atau bertaubat. Dan siapa saja yang sudah tahu bahwa riba adalah haram dan tetap kembali atau tetap mengalalkan riba maka orang itu adalah penghuni neraka. Di ayat berikutnya Allah SWT berfirman. “Dan jika kamu bertaubat (dari aktivitas riba) maka bagimu POKOK HARTAMU; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (QS Al Baqarah : 279)

 

TAUBAT SECARA BAHASA ARTINYA KEMBALI

 

Secara istilah artinya kembali kepada Allah yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Menyerah diri pada-Nya dengan hati penuh penyesalan yang sungguh-sungguh. Lalu bagaimana caranya bertaubat dari transaksi riba jika sudah terlanjur melakukan transaksi, misal sudah terlanjur beli rumah melalui KPR Bank, atau sudah terlanjur membeli mobil, motor dan kendaraan lain di Leasing ?

 

Cara terbebas dari dosa riba tersebut adalah sebagai berikut :

 

1.   Segera berhenti bertransaksi riba dengan segera melunasi cicilan, dengan syarat harus tanpa denda, Karena biasanya lembaga penyedia cicilan kredit baik leasing atau KPR ada tambahan biaya jika langsung melunasinya atau ada biaya tambahan yang disebut dengan penalty. Biaya penalty ini adalah haram hukumnya karena termasuk kedalam Riba, yaitu tambahan uang dari hutang pokok. Maka harus di hilangkan denda kemudian hentikan transaksinya dengan segera melunasinya.

2.   Jika tidak bisa dilunasi langsung atau tidak bisa dihilangkan pinaltinya, maka yang berikutnya adalah Ikhlaskan saja tak usah melanjutkan transaksi dan kembalikan Rumah atau kendaraan atau apapun yang menjadi objek jual-beli tadi. Yakinlah akan kepada Allah SWT dan yakin lah bahwa rezeki yang berkah akan segera anda dapatkan atas balasan ketaatan anda kepada Allah SWT.

3.   Tidak boleh menjual kembali kepada orang lain, sudah cukup anda saja yang terkena dosa Riba dan akad bathil, jangan biarkan dosa itu anda pindahkan ke saudara anda. Tentu anda pun akan kena dosanya Karena anda menjadi perantara transaksi tersebut.

“Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Yasin: 12)

Sebagai penutup saya sampaikan Rasulullah SAW bersabda, “Jangan membuatmu takjub, seseorang yang memperoleh harta dari cara haram, jika dia  infakkan atau dia sedekahkan maka tidak diterima, jika ia pertahankan maka tidak diberkahi dan jika ia mati dan ia tinggalkan harta itu maka akan jadi bekal dia ke neraka.”  (HR ath-Thabarani, ath-Thayalisi dan al-Baihaqi, lafal ath-Thabarani)

 

Abdullah Ramli El-Birruni