Kesalahan Fatal Bagi Marketing Pemula

Bagi Pemula Terdapat Beberapa Kesalahan Ketika Menjadi Marketing Online Untuk Property Syariah, sebagai berikut :

A. Tidak mau bergerak dan memasang iklan karena meremehkannya

Kesalahan marketing property pertama adalah ketika diarahkan untuk memasang di tempat jualan atau marketplace seperti olx, rumahdijual, urbanindo, tokopedia, bukalapak, kaskus dan lain-lain.

Malah meneliti terlebih dahulu gerakan orang lain, dimana tidak mempercayai bahwa memasang di tempat market place tersebut akan memaksimalkan penjualan bagi pemula.


B. Terlalu lama mempelajari dan memahami produk knowledge yang diberikan

Pada saat menjual memang membutuhkan pengetahuan akan produk.

Tetapi, ketika kita belum pernah terjun kepada property syariah maka mempelajarinya terlebih dahulu akan terlalu lama dan akan lupa kembali jika tidak dipraktekan.

Padahal, ketika menjual dan difasilitasi tentu bukanlah masalah ketika ada pertanyaan dari buyer.

Anda hanya perlu menanyakan kepada kami Hisanah Team jika tidak bisa menjawabnya.

Justru proses memahami produk dan memahami syariah akan dipelajari ketika pembeli bertanya.

Itu yang Hisanah Properti Syariah dapatkan selama ini. Walaupun pada prinsipnya mempelajari product knowledge terutama dibidang properti perumahan tentu sangat diwajibkan.


C. Malas menjawab pertanyaan dari peminat atau calon pembeli

Masalah dan kesalahan ini memang sangat aneh karena sejak awal bersiap diri untuk menjual, kemudian memasang iklan.

Tapi, pada saat memiliki peminat malah diabaikan. Bahkan, dibalas seperlunya dengan mengirim brosur dan pricelist saja.

Pembelian akan terjadi ketika peminat tersebut dilayani dengan jawaban memuaskan dan hangat.

Memuaskan artinya pertanyan yang dimaksud oleh peminat telah terjawab, bahkan ditambah dengan informasi lain.

Sedangkan hangat adalah menyebut namanya seperti calon buyer dianggap sahabat dan mengarahkan dengan tulus untuk menolongnya.

Pembeli itu pasti mengontak marketing lain jika pertanyaan tidak terjawab memuaskan.

Selain itu, mereka tentu mencari banyak referensi rumah selain kepada produk yang Anda jualkan.


Misalnya :

1. Saya, Anggi sedang mencari rumah di kota bogor.

2. Kemudian, saya mencarinya di google dengan mengetik “rumah syariah di bogor”

3. Muncul banyak list iklan perumahan syariah yang berada di bogor. Terdapat banyak iklan disana termasuk produk A, produk B, produk C. Selain produknya beragam, tentu marketingnya juga banyak.

4. Ketika saya mendapatkan informasi iklan itu, maka langkah selanjutnya adalah mengontak seluruh marketing yang terlihat terpercaya dan mencari produk yang cocok diantara A, B dan C.

5. Tentu pada hal diatas, faktor kepincut atau faktor ketertarikan lebih dalam akan didapatkan oleh saya sebagai calon pembeli, Jika terdapat marketing yang bisa membuat edukasi agar lebih suka lagi kepada produk tersebut.

6. Nah, untuk mendapatkan sebuah perhatian dari saya, maka marketing membuat pendekatan yang sangat baik dengan menyebut nama saya dan bahkan perhatian menanyakan hal yang lain. Seperti, membicarakan hobi atau hal lainnya.